Sinapsis.
Bukan hanya bendungan yang harus dikerjakan oleh Sangguruhyang sebagai tanda kasih kepada Dayang Sumbi ia juga harus membuat Perahu yang lengkap untuk berlayar dan bermain dalam Bendungan tersebut. Pekerjaan yang berat tersebut harus selesai dalam waktu semalam.

PARAHU SANG GURUHYANG
Sebelumnya kita menganalogikan bahwa yang dimaksud dengan bendungan tersebut adalah Bendungan napsu hingga seluruh daya dan upaya manusia tersebut bermanfaat, bagi dirinya, keluarganya, bangsanya, negaranya dan Agamanya. Manusia yang berkwalitas dan berintregritas secara pribadi tidak akan berguna jika tidak memiliki wadah dan organisasi untuk memperjuangkan idialismenya.

Perahu adalah gambaran wadah untuk mencapai tujuan. Kaum wanita Indonesia seperti meminta hal seperti itu maka di negri ini akan kaya dengan organisasi Propesi dan Organisasi sosial, hingga LSM luar negri tidak memiliki tempat, bahkan LSM kita bisa merambah sampai menguasai dunia dengan konsep budaya dan kekuatan personal yang memiliki komitment dan intregritas tinggi. Berlandas budaya bangsa.

Dengan hal demikian tanda-tanda kehancuran bangsa yang tersirat sembilan hal sebelumnya akan berangsur-angsur hilang. Kiamat atau kehancuran bangsa kita yang diramalkan terjadi tahun 2290 tersebut akan menjauh. Dan bangsa kita akan eksis sampai Qiamat Qubra datang.

Dugi kadieu heula anaking……..pun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s