Sinapsis Dayang Sumbi marah besar manakala anaknya membunuh suaminya. Ia tidak sadar bahwa ia tidak memberitahu hal yang benar hingga anaknya tidak tahu bahwa ia anak si Tumang. pada ahirnya, Ia memukul kepala sangkuriang dengan sinduk. Kemudian mengusirnya.

9. MENELANTARKAN HAL YANG WAJIB DILINDUNGI Inilah kira-kira maksud dari episode dalam cerita ini. Ia tidak pernah membimbing dengan benar namun saat ada kesalahan bahkan ia menghukum dengan kejam. Kenapa memukul dengan ‘Sinduk”…Sinduk hubunganya dengan alat masak. Jadi sebuah penelantaran di bidang ekonomi.

Jika bangsa kita sudah menelantarkan kelompok yang seharusnya dilindungi maka bangsa kita tersebut akan hancur. Bagaimana wujud penelantaran tersebut ? Sulit untuk mencari kias dan terjadi beberapa motif penelantarana dari pemerintah kepada rakyatnya.

Salah satu contoh yang sudah terjadi. Pada masa lalu Majalalaya terkenal dengan pusat tektil. Saat itu banyak juragan tinun. Dan bangsa kita sendiri yang memiliki pabrik tinun di Majalaya tersebut. Kemudian timbul sebuah kebijakan dari pemerintah untuk mendirikin pabrik tinun dengan investor asing. Saat ini semua bangsa kita yang dulunya juragan tinun serentak bangkrut oleh pabrik investor asing tersebut.

Dan pemerintah tidak pernah merasa bersalah. Seperti Dayang Sumbi yang menelantarkan anaknya dengan tanpa merasa bersalah. Bahkan menuduh anaknya bersalah. Pemerintah juga tidak merasa bersalah dan menuduh kepada pengusaha kita yang tidak becus bersaing dengan investor asing tersebut.

Kemudian kebijakan pasar bebas, jika membuat bangkrut pengusaha lokal maka pemerintah akan menyalahkan ketidak becusan pengusaha pribumi untuk bersaing dengan pasar bebas tersebut. Ia sedikitpun tidak merasa bersalah atas kebijakan yang menelantarkan kelompok yang seharusnya dilindungi tersebut.

Ini sebuah tanda kehancuran bangsa yang tersirat dalam budaya Sunda. Namun saat ini tak ada orang Sunda yang memiliki kemampuan untuk merealisasikan konsep budayanya tersebut. Karena budaya bangsa sudah tak dihargai……Semoga jadi bahan tapakur……..

Dugi kadieu heula anaking,…..muga sing eling………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s