Sinapsis.

Sangguruhyang sangat murka ditinggalkan demitnya tersebut. Maka ia membobol kembali Bendungan. Dan menendang perahunya, kemudian perahu berubah menjadi gunung. Maka sampai sekarang di Pasundan ada yang disebut Sanghyang Tikoro, Gunung Tangkuban Perahu, Bukit Tunggul. Begitulah ahir cerita sakala sering kali diberi tanda dengan nama tempat yang ada diwilayah Parahiyangan atau yanah Sunda.

Hal ini untuk mengingatkan putra-putri dan incu putu. Saat ia melihat Tanggkuban Perahu, Bukit Tunggul, Sanghyang Tikoro. Akan langsung teringat kepada Sakalanya atau legendanya.

Disanalah ada tokoh fiktif Sungging Plebangkara, Celeng Wuyung, Si Tumang, Dayang Sumbi dan Sanguruhyang. Kemudian akan ingat juga 9 tanda kehancuran bangsa. Hingga hidupnya hati-hati. Kemudian jika bangsa tersebut sudah hancur seperti jaman Penjajahan Belanda. Ia juga akan ingat empat hal untuk kebangkitan bangsa tersebut.

Empat hal tersebut adalah :

1. Kaum wanita harus mengetahui isi Pemikiran kaum laki-laki.

2. Harus membuat Bendungan napsu. Hingga napsu tersebut bermanfaat dan menyegarkan.

3. Harus membuat wadah perjuangan dan pengabdian. Hingga mencapai tujuan bersama

4. Haus tahu saat-saat yang tepat dalam memulai perjuangan hidup.

Demikianlah ajen atau khasanah budaya bangsa demikian baik dan luhur bagi anak cucunya. Kita ingat betapa besar peran wanita saat kita bangkit dari Penjajahan Belanda. Kaum wanita saat itu lebih senang bersanding dengan Pejuang kendati miskin keluar masuk hutan. Daripada Mata-mata Belanda yang selalu memberi hadiah roti dan memiliki sepeda ontel.

Pada masa lalu semua laki-laki ingin mendapat gelar pejuang semua berjuang kendati diantara pejuang tersebut ada yang berpura-pura demi kekasih hatinya semata. Saat ini juga sama. Jika semua wanita tidak suka perokok, pemabuk dan pejudi. Maka pabrik rokok, pabrik alkohol, bandar judi dan tempat karaoke akan tutup dengan sendirinya.

Semoga Allah memberi petunjuk. Agar kita sadar kepada perjuangan yang berat ini. Kita harus bangkit bersama-sama. Karena tidak mungkin seorang Bah dedi, SBY, Amin Rais, Antasari berjuang sendirian. Namun harus membuat wadah dan barisan agar terjadi sebuah gerakan bersama.

Wahai kaum wanita Dampingilah pejuang dan para mujahid tuk merubah bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Jangan ijinkan dirimu jadi sekedar pelepas rindu dan napsu pria hidung belang belaka…….Kendati ia menikahumu…….. Anaking sing eling…..pun.