Sinapsis
Dayang Sumbi sebenarnya merasa malu menikah denga si Tumang. Ia merahasiahkannya kepada anaknya. Anaknya mengenal si Tumang hanya sebagai pengasuh dan pengawal Datang Sumbi. Dan karena sangat cintanya kepada istri si Tumang menerima apapun kepada putusan Dayang Sumbi teramasuk menganggap Raja (dunungan) kepada anaknya sendiri.

7. BERDUSTA KEPADA GENERASI TANDA KEHANCURAN BANGSA

Tidak selayaknya kita berdusta kepada generasi. Karena generasi adalah penerus perjuangan kita yang seharusnya mengetahui dengan pasti apa yang harus ia ketahui. Tidak terkecuali kelemahan dan ketidak sanggupan kita dalam melaksanakan tugas dan kewajiban hidup ini.

Hal ini juga dibenarkan selanjutnya oleh Qur’an …” …..hendaklah kamu merasa taku meninggakan generasi yang lemah. Karena itulah kamu harus bertaqwa kepada Allah dan berkata yang benar…..”. Kejujuran dan ketegasan kita adalah kekuatan jiwa generasi. Dusta kita nestapa anak cucu kita.

Ketidak jujuran ini sering dilakukan dengan berbagai dalih. Termasuk dalam kelulusan kenaikan siswa salah satunya. Hal ini akan menimbulkan kesombongan dan keangkuhan pada jiwa generasi yang akan datang. Merasa mudah untuk lulus dan jadi sarjana, hingga ahirnya keilmuan generasi kita tidak layak untuk bersaing hidup.

Kebesaran Hati SBY misalnya terhadap persaingan bangsa kita dengan perdagangan bebas, hanya menghibur generasi kita yang bodoh. Jika sistem pendidikan tetap berlandas dusta, dengan mentarget kelulusan dan mewajibkan belajar hanya sembilan tahun. Bukan hingga paham disiplin kelimuan tersebut….

Terlalu panjang penjelasannya semoga dengan penjelasan dan contoh yang ringkas ini menggugah kita untuk berpikir lebih……..Pun.