Setelah ki Sunda memiliki jiwa Taqwa (napak dina Tribawana Lungguh). Maka perlu melanjutkan tahap kehidupan selanjutnya yang terlukis dalam Tribawana Ringkang. Dalam Kitab Suci Qur’an Al Baqarah ayat 3 dan 4 dinyatakan bahwa kitab tersebut adalah petunjuk yang nyata bagi orang yang bertaqwa. Dalam berupaya untuk mencapai ketaqwaan sudah dijelaskan selanjutnya bisa dibentuk melalui aturan dalam budaya Sunda dinamakan Tribawana Tangtung.

Tutas nangtung ki Sunda kudu ngaringkang. Setelah berdiri ki Sunda harus melangkah atau berupaya. Dalam langkah ki Sunda tersebut memiliki tiga aturan poko sebagai landasan ringkang atau berupaya untuk mencapai suatu tujuan. Kesempurnaan hidup di dunia ini.

Jika orang yang bertaqwa harus membaca kitab untuk mendapat petunjuk. Budaya Sunda lahir sebelum Al-Qur’an lahir. Atau sebelum kitabullah sempurna. Maka dalam Tribawana ringkang tersebut juga ki Sunda harus membaca (maca diri anu nyata /Carita). Membaca diri atay bertapakur. Dalam perjalanan berpikir ini ada tiga ketentuan yang harus diperhatikan. Jadi dalam Tribawana Ringkang ada tiga carita yaitu :

1. Sakadang => Sunda harus memiliki konsep bahwa untuk kemajuan berbangsa dan bernegara harus memiliki “Carita Sakadang” Yaitu sebuah konsep yang rahasiah. Hanya bisa dibicarakan dengan “kadang” saja. Atau dengan saudara seangsa dan senegara saja. Konsep ini tidak boleh bocor dan diketahui oleh bangsa asing. Berisi rahasiah bangsa yang harus dipegang teguh

2. Saka => Sunda memiliki konsep tujuan bersama. disebut ‘carita Saka’. Sakarep atau satu tujuan. Dalam carita saka ini digambarkan cita-cita dan tujuan bersama untuk dicapai dan diperjuangkan dari generasi ke generasi selanjutnya sampai menuju sebuah kesempurnaan Purna budaya. Berisi konsep-konsep untuk kemajuan bersa,a

3. Sakala => Sebuah peringatan bahwa bila terjadi sesuatu seperti digambarkan dalam sakala tersebut maka negara dan bangsa akan hancur atau mengalami sesuatu baik buruk maupun jelek seperti yang disebutkan dalam Sakal tersebut. Berisi gambaran keadaan dan atau kehancuran jika suatu saat ki Sunda melanggar aturan.

Sakitu heula anaking……mangke dituluykeun…pun